oleh Ullih Hersandi
"Ada sebuah negeri
yang terpisahkan oleh satu selat dan berada tepat di perbatasan antara benua
Asia dan Eropa. Negeri yang mengenalkanku pada arti keluarga, sahabat, dan tanah air."
Kala itu perasaan saling bercampur aduk tak karuan dan tak bisa kukenali, manakah
yang benar. Semua perasaan bercampur menjadi satu ketika sebuah email
pemberitahuan yang menyatakan beasiswaku diterima di negeri seberang. Tak pernah
kubayangkan bahkan sejak aku dilahirkan, bahwa setelah lulus menempuh pendidikan
SMA, aku akan melanjutkan pendidikan di luar negeri yaitu Turki.
Harapan untuk berburu
ilmu dan pengalaman lebih sepertinya telah terbuka secara perlahan.
 |
| Aya Sofia, Istanbul |